Letkol Roy menjelaskan, Jembatan Perintis Garuda dibangun dengan panjang 30 meter dan lebar 1,2 meter. Ukuran tersebut dirancang menyesuaikan kondisi geografis setempat agar mampu menjadi jalur penghubung yang aman bagi aktivitas warga, terutama pejalan kaki dan kendaraan ringan.
Menurutnya, jembatan tersebut nantinya akan menghubungkan Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, dengan Desa Timahan, Kecamatan Kampak. Selama ini warga dari kedua wilayah harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi hasil pertanian, akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Danrem 081/Dhirotsaha Jaya menilai, pembangunan jembatan ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya membuka keterisolasian wilayah, tetapi juga memperkuat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Desa. Infrastruktur sederhana yang tepat sasaran dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara bertahap.













