Ia juga berharap kegiatan Komsos ini dapat menciptakan lingkungan yang mandiri, mendorong partisipasi masyarakat, dan mampu menangkal pengaruh radikalisme demi menciptakan wilayah yang aman dan kondusif.
Danrem juga menyampaikan pandangannya mengenai kepemimpinan kepada peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur desa, dan tokoh pemuda. Menurutnya, kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan bersama. “Leadership atau kepemimpinan yang efektif sangat penting dalam pengelolaan desa. Seorang pemimpin desa yang baik harus memiliki keterampilan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai tujuan pembangunan serta memberikan manfaat bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk menjadi pemimpin yang berpengaruh, seseorang harus belajar mendengar, menghargai perspektif orang lain, dan menggunakan komunikasi sebagai alat pemberdayaan. “Kepemimpinan sejati adalah tentang melayani, bukan memerintah,” tambahnya.













