“Nabi Muhammad SAW adalah panglima perang, pemimpin politik, dan pengusaha. Bergabung dengan militer berarti mengikuti jejak Nabi dalam salah satu peran mulianya,” ujar Danrem.
Ia juga menambahkan bahwa militer dapat menjadi sarana dakwah. Selama menjadi komandan, ia mendorong anggota TNI untuk shalat berjamaah lima waktu, mengadakan tausiah tujuh menit setelah Zuhur, dan diskusi agama setiap malam Jumat.
Dalam silaturahmi tersebut, Kepala Madrasah Aliyah Ruhul Qurani, Ust. Muhammad Yasin Jumadi, Lc., menyerahkan dua buku karyanya yaitu Ensiklopedia Adab Islami dan Syarah Tuhfatul Athfal kepada Danrem. Buku tersebut menjadi bagian dari kurikulum ilmu tajwid di Dayah RQ dan diharapkan memperkaya wawasan Danrem.
Setelah pertemuan, Kolonel Benny berkeliling melihat fasilitas Dayah, seperti kantor, ruang kelas, laboratorium komputer, klinik, gedung olahraga, asrama, dapur, dan mini market. Ia juga menyempatkan diri berfoto bersama para santri pengurus OSDA (Organisasi Santri Dayah Ruhul Qurani).













