“Dalam Islam, pemimpin sejati harus memiliki sifat amanah (dapat dipercaya), siddiq (jujur), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathonah (cerdas). Seorang pemimpin juga harus adil, berilmu, kuat, serta berdedikasi untuk melayani masyarakat,” ujar Danrem.
Ia mengajak para santri mempersiapkan diri sejak dini untuk menjadi pemimpin masa depan yang adil, bijaksana, dan membanggakan orang tua, agama, serta bangsa.
Danrem juga menguraikan enam aspek kemampuan yang wajib dimiliki pemimpin, yaitu moral, personal, fisik, intelektual, sosial, dan emosional.
“Jadilah pemimpin, bukan hanya bos. Pemimpin mendengarkan, membimbing, dan membangun kepercayaan. Bos hanya memberi perintah tanpa peduli proses maupun kesejahteraan bawahannya,” pesan Danrem.
Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter kepemimpinan santri yang berjiwa nasionalisme, cinta tanah air, dan memiliki semangat bela negara.












