Selain itu, Kapten Agus mengingatkan setiap SPPG untuk menerapkan sistem kerja yang tertib dan terukur, mulai dari tahap perencanaan, proses distribusi, hingga pelaporan kegiatan. Transparansi dan disiplin administrasi dinilai menjadi kunci utama agar pelaksanaan program MBG dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi yang berlaku.
Forum pertemuan tersebut, juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi terbuka antara Koramil dan para pengelola SPPG. Dalam kesempatan itu, peserta diberikan ruang untuk menyampaikan masukan, kendala teknis di lapangan, serta usulan perbaikan guna meningkatkan kualitas layanan program MBG.
Kapten Agus menambahkan, peran Koramil adalah memastikan terbangunnya sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaksana program, dan masyarakat. TNI hadir tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra pendamping dalam menyukseskan program strategis nasional di tingkat daerah.













