Penanganan penderita ODGJ tidak hanya dilakukan oleh keluarga saja, namun diharapkan masyarakat juga ikut membantu. Penanganan dengan melibatkan masyarakat akan menjadikan penderita ODGJ merasa diterima kembali di masyarakat (tidak diskriminasi)
“Melalui pelatihan ini nantinya, para kader diharapkan bisa membantu mengidentifikasi dan melaporkan kejadian di tengah masyarakat terutama penemuan kasus gangguan jiwa, untuk dirujuk kepada layanan kesehatan (puskesmas),” ujarnya.
Lebih dari itu, Ia juga mengajak kepada para kader untuk memberi motivasi dan semangat kepada penderita ODGJ dan keluarga tentang kepatuhan dalam berobat ataupun kontrol.
“Kita bisa berikan informasi bahwa pengobatan ODGJ juga bisa di puskesmas dan tidak mahal. Kemudian, diharapkan para kader nantinya dapat mendorong masyarakat untuk merubah stigma negatif terhadap penderita ODGJ,” jelasnya.













