“Informasi yang ramai diperbincangkan belum tentu benar. Karena itu, kita harus mampu menjadi penjaga kebenaran di ruang digital dengan membiasakan diri memeriksa dan memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” tegas Danpusterad.
Ia juga menekankan bahwa bela negara bukan semata-mata menjadi tanggung jawab TNI, melainkan seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa. Bela negara di era digital dapat diwujudkan melalui sikap kritis, bijak bermedia sosial, menjaga persatuan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah bangsa.
Lebih lanjut, Danpusterad mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus diarahkan untuk mendukung kemajuan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bukan disalahgunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan atau merugikan orang lain.













