Ia juga menyoroti ancaman nyata yang mengintai generasi Z seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, kekerasan digital dan budaya instan. Peltu Eko mengajak para siswa menjadikan sekolah sebagai ruang penguatan moral dan karakter, bukan hanya tempat belajar akademik. “Disiplin itu bukan sekadar aturan, tapi fondasi harga diri bangsa,” tegasnya.
Selain memberi peringatan, Danposramil juga memotivasi siswa untuk memiliki mimpi besar dan keberanian bersaing hingga tingkat global. “Bangsa ini menunggu inovasi kalian. Jangan hanya jadi penonton di negeri sendiri,” ucapnya membakar semangat pelajar.
Kehadiran Danposramil dalam upacara rutin tersebut disambut antusias oleh guru maupun pelajar. Banyak siswa mengaku termotivasi lantaran amanat yang disampaikan terasa relevan dengan realita keseharian mereka yang lekat dengan gawai dan media sosial.













