Survei bersama dilaksanakan di area yang menjadi objek pengalihan aset, dengan tujuan untuk memastikan kondisi fisik dan kelengkapan administratif aset tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Survei ini menjadi langkah penting dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan aset negara untuk kepentingan pertahanan.
Usai melaksanakan survei bersama, Danlanud Sultan Hasanuddin menyampaikan bahwa proses survei ini merupakan bagian dari upaya percepatan administrasi dan teknis dalam mendukung program strategis pertahanan nasional. “Kami bersama Kadisbtbau, Kapus BMN Baranahan Kemhan, DJKN, BPKP dan Angkasa Pura Indonesia melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan bahwa seluruh aset yang akan dialihkan dalam kondisi siap, tertib administrasi, dan sesuai dengan kebutuhan pertahanan,” ujar Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto. (Pen Hnd)












