“Ratusan kapal melintasi Selat Malaka setiap harinya membawa komoditas energi dan perdagangan dunia. Oleh karena itu, kehadiran Lanal Dumai menjadi elemen penting dalam memastikan jalur strategis tersebut tetap aman, terbuka, dan bebas dari berbagai ancaman non-simetris, seperti penyelundupan, kejahatan lintas negara, hingga potensi gangguan terhadap stabilitas kawasan,” ujar Danlanal Dumai.
Lebih lanjut, Danlanal Dumai menyampaikan bahwa tantangan pertahanan modern menuntut penerapan konsep Joint Operations dan Network-Centric Warfare yang mengedepankan interoperabilitas antar matra. Menurutnya, TNI Angkatan Udara memiliki keunggulan pada kecepatan, kemampuan pengamatan udara (airborne surveillance), dan daya jangkau operasi yang luas, sementara TNI Angkatan Laut memiliki keunggulan dalam kemampuan bertahan di laut, penindakan di permukaan, serta penguasaan wilayah perairan secara berkelanjutan.













