“Memang yang terpenting kolaborasi semua komponen. Semua harus memainkan perannya terhadap kesiapsiagaan. Tidak hanya ketika terjadi bencana, tapi mitigasi termasuk peningkatan sarana dan prasarana harus menjadi perhatian bersama. Saya sepakat masukan tadi, memang kalau bisa nanti setiap Desa kita dorong untuk menganggarkan mini bomba. Jadi tindakan awal bisa lebih cepat,” ungkap Bupati Bintan.
Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Bintan, bencana sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 266 kejadian. Sementara dari Januari hingga Juli pada tahun ini, telah tercatat 151 kejadian. Kenyataan ini yang semakin menguatkan seluruh komponen terlibat untuk menyatukan pandangan dalam menghadapi ancaman bencana. Bintan sendiri memiliki potensi bencana yang memang perlu menjadi catatan. Letak wilayah dan kondisi geografis memungkinkan beberapa bencana terjadi, seperti banjir, cuaca ekstrem, gelombang tinggi, abrasi, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).










