“MUI tidak berpolitik. Kalau sekarang belum ada pengurus yang berpolitik, tapi sebentar lagi rawan karena tahun politik,” tambahnya.
Larangan yang sama juga berlaku bagi pengurus yang terlibat dalam pengurusan Partai Politik (Parpol). Gus Hadi mengaku tidak akan mengekang hak berpolitik para pengurus. Namun pihaknya juga perlu menegaskan, jika MUI harus bersih dari unsur-unsur politik.
Selain itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Mlaten Kauman, Tulungagung ini juga mewanti-wanti penggunaan tempat ibadah untuk kepentingan kampanye.
Menurutnya, tempat ibadah adalah milik semua umat sehingga tidak patut jika dipakai untuk kampanye. Bahkan Gus Hadi menyarankan jangan datang ke masjid dengan mengenakan kaos bergambar Parpol.
“Misalnya yang punya kaos PDIP, Golkar atau PKB jangan dipakai ke masjid,” pungkasnya. (Red).













