Imam Maldi, selaku pengurus Yayasan Lumbung Boga Sakti menyatakan, pihaknya telah menyiapkan sistem distribusi dan pengelolaan bahan pangan yang terintegrasi, dengan melibatkan sumber daya lokal. “Kami ingin memastikan anak-anak kita mendapat asupan gizi terbaik setiap hari sekolah, tanpa terkendala logistik atau kualitas bahan,” ujarnya.
Dengan semangat gotong-royong dan keterlibatan lintas sektor, Letkol Yudo optimis bahwa, program ini akan menjadi role model nasional dalam upaya peningkatan kualitas SDM sejak usia dini. “Ini bukan sekadar program bagi-bagi makanan. Ini adalah investasi masa depan bangsa. Dan Trenggalek siap menjadi pionir,” tutup Letkol Yudo penuh keyakinan. (Red).












