“Saya sangat mengapresiasi inisiatif luar biasa ini. MUSRENA KEREN bukan hanya sekadar forum, tetapi simbol kepedulian kita terhadap pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Semua pihak harus berperan aktif, karena suara setiap warga negara memiliki dampak besar bagi masa depan Trenggalek,” ujar Letkol Czi Yudo penuh semangat.
Tak hanya menjadi panggung bagi aspirasi masyarakat, MUSRENA KEREN juga menjadi momentum peluncuran Buku 1000 Puisi berjudul Menyemai Bumi.
Buku yang ditulis oleh siswa, guru, tenaga kependidikan dan komite SMPN 1 Panggul ini mengusung tema kepedulian lingkungan hidup, menanamkan nilai-nilai cinta alam sejak dini melalui literasi.
Dandim 0806/Trenggalek menilai, langkah ini sebagai inovasi luar biasa dalam membangun kesadaran ekologi di kalangan generasi muda. “Menjaga lingkungan tidak hanya dengan aksi nyata, tetapi juga lewat kata-kata yang menginspirasi. Dengan menulis dan membaca puisi bertema lingkungan, kita bisa menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap alam. Ini langkah kecil yang dampaknya bisa besar,” tegasnya.













