“Maka sebagai prajurit infanteri, apalagi berkualifikasi sebagai pasukan raider, harus memiliki fisik yang kuat dan prima. Tidak ada prajurit yang hebat, yang ada adalah prajurit yang terlatih. Jadi latihan, latihan dan latihan,” tandasnya mantap.
Selanjutnya, saat menjelaskan kepada media, Danpussenif menyampaikan bahwa kehadiran di Yonif R 631/Atg adalah untuk pengendalian, pengawasan dan evaluasi.
“Harapan ke depan, batalyon ini menjadi batalyon infanteri yang profesional dan dicintai serta bermanfaat untuk rakyat, baik di sini maupun di penugasan,” papar perwira tinggi dengan tiga bintang di pundaknya. (Red/Penrem 102/Pjg).













