Lebih lanjut, Brigjen TNI J.O. Sembiring menegaskan bahwa Cyber Competition 2026 tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun inovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Cyber Competition tahun 2026 bukan sekedar ajang lomba teknologi, melainkan juga sarana pembelajaran inovasi dan sinergi antara TNI, pemerintah, private sector, akademisi, media, dan komunitas siber. Mari bersama kita laksanakan kompetisi ini dengan semangat sportivitas, disiplin, dan integritas yang tinggi,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, di hadapan awak media, Dansatsiber TNI menjelaskan bahwa Cyber Competition 2026 mempertandingkan tiga materi lomba, yakni Attack and Defence, Incident Response dan Digital Forensic. “Tahun ini ada materi yang baru juga, yang kita lihat belum pernah dilakukan di Indonesia, sama seperti tahun lalu ada materi Hack The City, kali ini adalah materi Digital Forensic. Itu yang belum pernah, “ ucapnya.













