Sementara itu, gunjingan tetangga dan tekanan lingkunan sebagai salah satu penyebab banyaknya keretakan komunikasi dalam rumah tangga. Hal inilah yang coba diangkat dalam film ini dengan gaya khas Bayu Skak yang jenaka namun mengena.
Proses produksi film dilakukan sepenuhnya di kota Solo, dengan lokasi syuting utama di kawasan Laweyan dan Lokananta.
Film ini menggunakan Bahasa Jawa Mataraman hingga 80% dari total dialog, menghadirkan suasana hyperlocal yang autentik namun tetap mudah dipahami penonton lintas daerah.
Film ini dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris ternama, seperti Dennis Adhiswara, Ayushita, Asri Welas, Sundari Soekotjo, Marwoto, Bayu Skak dan sejumlah talenta lokal lainnya yang menambah kekayaan warna budaya dalam film ini.
Deny Juliarto, Direktur Tobali Film menegaskan, lewat kisah yang jenaka dan menyentuh, Cocote Tonggo menyampaikan pesan bahwa satu-satunya cara menghadapi tekanan sosial adalah dengan mengubah perspektif dan menjadikannya kekuatan, bukan kelemahan, imbuhnya.











