“Film ini lebih dari sekadar hiburan. Cocote Tonggo menyentuh realita sosial yang sering kita anggap sepele; tekanan yang datang bukan dari orang jauh, melainkan dari lingkungan terdekat.” ujar Bayu Skak, sutradara sekaligus salah satu pemeran utama film ini.

“Cocote Tonggo”, bukan hanya cerita fiksi. Berdasarkan pengamatan, masyarakat Indonesia banyak yang mengaku pernah mengalami stres akibat tekanan sosial yang datang dari omongan tetangga atau ekspektasi lingkungan. Tekanan tersebut bisa beragam, mulai dari pertanyaan ‘kapan menikah’, ‘kapan punya anak’, hingga komentar tentang pekerjaan atau gaya hidup.











