“Serangan hama seperti wereng, penggerek batang, maupun tikus sawah dapat menyebabkan kerusakan tanaman secara signifikan. Jika tidak segera ditangani, hal ini bisa menurunkan hasil produksi bahkan menyebabkan gagal panen. Karena itu, langkah penyemprotan harus dilakukan secara tepat waktu dan sesuai dosis agar efektif dan tidak merusak tanaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran Babinsa di tengah petani tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai motivator agar para petani semakin semangat dalam mengelola lahan pertaniannya.
“Kami berharap dengan pendampingan ini, para petani semakin terbantu dan hasil panen dapat meningkat. Jika produksi pertanian stabil dan melimpah, tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tulungagung,” tambahnya. (Red).













