Namun seperti roda yang berputar, kehidupan pun berjalan kadang di atas kada di bawah silih berganti. Seiring dengan kejatuhan pemerintah Orde Baru dan munculnya Era Reformasi yang membahana di segenap penjuru nusantara dan dunia, monopoli dan arogansi yang melekat di PP makin tidak disukai orang. Premanisme tidak laku lagi dijual di percaturan politik nasional maupun dalam bermasyarakat dan bernegara di era reformasi.
Dari sini bersama jajarannya, terlihat kalau Japto mulai menyadari di tubuh organisasinya sudah mulai banyak batu kerikil yang tajam dan angin yang berhembus kencang yang kapan saja bisa menghancurkan organisasi pemuda yang dipimpinnya .
Banyak kalangan yang kurang menyukai terutama dengan atribut militer yang melekat pada organisasi itu. Namun bukan Japto namanya kalau tidak piawai melawan isu-isu negatif tentang PP. Ia pun banting stir mengubah performa organisasi dari cap arogan menuju organisasi yang lebih demokratis.













