Kasdim 0806/Trenggalek, Mayor Cpm Nur Yulianto mengatakan, prosesi tantingan tidak sekadar menjadi seremoni pembukaan, tetapi momentum untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab calon Paskibraka sebagai generasi penerus bangsa.
“Tantingan ini merupakan simbol komitmen para calon Paskibraka untuk mengikuti seluruh proses pendidikan dan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Mereka tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan mental, tetapi juga harus memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara,” kata Mayor Nur Yulianto.
Menurut dia, pendidikan dan pelatihan calon Paskibraka dilaksanakan dengan pendekatan Desa Bahagia, yang menekankan pembentukan karakter melalui kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.













