H. Asep menjelaskan, kehadiran jembatan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas warga, jika sebelumnya warga harus menempuh jarak hingga puluhan kilometer untuk mencapai Desa Sirnamekar, kini perjalanan dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar lima menit.
“Selamat menikmati akses baru ini kepada masyarakat dan seluruh pengguna jalan, mudah-mudahan jembatan ini benar-benar bermanfaat bagi peningkatan perekonomian warga,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Kalibunder, Sri Resmiati, menyampaikan bahwa, Jembatan Gantung Leuwi Reuming sebelumnya dibangun pada tahun 2020 melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Namun, jembatan tersebut putus akibat banjir bandang yang terjadi pada Desember 2024. “Forkopimcam bersama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati beserta jajaran yang telah membangun kembali jembatan ini pasca bencana,” ucapnya.











