Selama ini, lanjut Bupati, sudah banyak pengelolaan EBT baik yang dilakukan secara korporasi, oleh pemerintah, swasta, lembaga dan komunitas-komunitas. Bahkan sudah banyak juga literasi-literasi baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun LSM atau NGO, namun belum maksimal.
“Percepatan inilah barangkali yang bisa dilakukan Terang Hijau sambil menyiapkan SDM, membangun jaringan dengan pihak investor dan industri sekaligus menjalin kerjasama dengan pemerintah Desa,” jelasnya lagi.
Tentunya partisipasi aktif seluruh pihak memudahkan pemerintah Kabupaten Nunukan dalam mengatasi berbagai tantangan dan dinamika dalam pengembangan EBT.
Untuk mengatasi berbagai tantangan dan dinamika dalam pengembangan EBT diperlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak sesuai peran masing-masing. “Kami harap Terang Hijau turut juga berpatisipasi aktif dalam memberikan masukan pada penyusunan kebijakan dan dukungan pelekasanaan pengembangan EBT di lapangan,” ungkap Bupati.











