Bupati menngemukakan bahwa, program sosialisasi dan edukasi perlu segera dilakukan ke masyarakat desa dan anak muda milenial yang berpotensi menjadi agen perubahan untuk membuka wawasan masyarakat terhadap pentingnya energi terbarukan sebagai investasi jangka panjang di Nunukan.
“Upaya mewujudkan EBT di Kabupaten Nunukan sudah berlangsung lama dan sudah dilakukan di berbagai pelosok Kabupaten Nunukan,” kata Bupati.
Hambatannya adalah teknologi, pemeliharaan alat serta faktor SDM yang masih minim. selain itu,ada kendala lain yakni regulasi dimana teknologi EBT menggunakan alat yang disiapkan oleh pemerintah pusat tetapi karena birokrasi yang rumit beberapa alat tidak dapat digunakan segera dan akhirnya terbengkalai. “Ketika fasilitas itu rusak, kita bingung mengatasinya. Disisi lain, pemerintah pun tidak bisa cepat turun tangan, mengatasinya,” papar Bupati.











