PLTU Banjarsari siap memprioritaskan penggunaan FABA, untuk kepentingan dan pemanfaatan di wilayah Kabupaten Lahat.
Diharapkan dengan adanya kerja sama tersebut, bisa mensuport program kerja dari pemerintah Kabupaten Lahat. Terutama di sektor pembangunan, ekonomi mikro, serta usaha mikro kecil menengah (UMKM), karena selain pemafaatan fisik ada juga serapan tenaga kerja didalam operasionalnya.
“Statusnya sudah non B3, yang terpenting mengikuti regulasi dalam pemanfaatannya. PLTU Banjarsari siap mensuport program ini,” ujar Wibisono.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Komisaris Utama PT. BPI Sri Andini. Tokoh dan srikandi listrik Indonesia ini komitmen, untuk membangun darah Kabupaten Lahat. Bila sebelumnya FABA dari PLTU Banjarsari banyak diangkut ke luar daerah, maka kini akan diprioritaskan untuk Kabupaten Lahat. Sebab akan banyak hal yang bisa digunakan, seperti pembangunan jalan hingga bedah rumah untuk warga yang tidak mampu.











