Selanjutnya, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf dalam laporan menyampaikan bahwa, dari total 166 titik Sekolah Rakyat yang diresmikan, program ini tersebar di 34 Provinsi dan 131 Kabupaten/Kota dengan jumlah 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kelendidikan. Mayoritas siswa berasal dari keluarga sangat rentan, dengan orang tua bekerja sebagai buruh hanya petani nelayan, pemulung dan pekerja sektor informal lainnya.
Mensos menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi dibangun sebagai ekosistem perlindungan, pemulihan dan pemberdayaan. Para siswa mendapatkan pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, pendidikan berasrama, pembinaan karakter, serta dukungan psikologis. Program ini juga di sinergikan dengan bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi keluarga.











