Pun halnya dengan bunga mawar sebagai eratnya hubungan antara guru honorer dengan Komisi X.
“Saya sangat apresiasi Kerja (dari) Komisi X yang tetap konsisten mengawal guru-guru honorer menjadi PPPK. Sebagian sudah terserap, kini menyisakan 12 ribuan (guru honorer). Kami berharap perjuangan tidak pernah berhenti,” ucap Heti.
Dede Yusuf pun tak kuasa mengungkapkan rasa harunya. Rasa haru yang tak terbendung karena guru honoret yang terus berjuang memperoleh kepastian status dan kesejahteraan yang layak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Hari ini saya cukup terharu karena menerima apresiasi ini. Bagi kami, ini ada peristiwa yang besar karena memang ini bukan perjuangan yang mudah. Sampai saat ini kami masih berjuang agar guru honorer bisa menjadi PPPK,” ungkap Dede.













