Sehingga ke depan, polisi menguasai tiga pokok, yaitu komunikasi. Menyampaikan pesan ke publik lebih jelas dan clear dengan keteladanan. Kedua mampu menggunakan teknologi. Dan itu harusnya polisi mengadopsi teknologi dalam arti mengatasi kejahatan yang sekarang bukan hanya kejahatan biasa, tapi luar biasa dengan teknologi,” papar dia.
“Ketiga, menurut saya, polisi mampu memiliki penguasaan digitalisasi,” imbuh Romo Benny.
Terakhir, harapan Romo Benny adalah, Polri semakin baik dalam konteks pengetahuan dan etos. “Dari semua itu, polisi harus punya ‘patos’. ‘Patos’ tidak hanya punya pengetahuan dan etos, tapi patos seperti Hoegeng (Jenderal Purnawirawan Hoegeng Iman Santoso), yang merasakan penderitaan masyarakat, dekat dengan rakyat, mengayomi,” terang dia.













