Ia mencontohkan, terkadang curah hujan tidak begitu tinggi, namun banjir tiba-tiba terjadi akibat tanggul yang jebol. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak dini.
Agus juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penyusunan RPKB, termasuk tim konsultan dan lembaga teknis lainnya. Ia berharap, seluruh peserta dapat memberikan masukan serta data yang akurat agar dokumen RPKB benar-benar komprehensif dan sesuai dengan kondisi lapangan.
“Kegiatan ini bukan hanya seremonial. Kita ingin seluruh instansi dan masyarakat terlibat aktif agar RPKB menjadi pedoman yang efektif dalam penanggulangan bencana di Demak,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. “Tanpa dukungan masyarakat, relawan dan semua pihak terkait, kegiatan penanggulangan bencana tidak akan berjalan maksimal,” tambah Agus.













