“Narasi kampanye anti narkoba harus kita ubah. Jangan hanya bicara soal kematian atau penyakit, tapi sentuh juga sisi moral, masa depan dan harapan. Kita gandeng influencer, kita perluas kanal sosial media agar edukasi bisa masuk ke semua kalangan, terutama anak muda,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kepala BNNP juga mengarahkan agar razia tidak lagi berfokus pada pengguna, tetapi diarahkan ke pengungkapan jaringan peredaran di tempat hiburan malam. Ia juga mendorong keterlibatan lebih aktif dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), survei prevalensi narkoba dan CSR bersama mitra swasta.
Selain itu, Kabag Umum BNNP Jateng, Wahyu Ratriyani, SKM, M.AP menyampaikan tindak lanjut atas temuan audit BPK serta urgensi dalam peningkatan ketertiban administrasi dan kepatuhan anggaran.












