Ia berharap, keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus diasah dan dimanfaatkan sesuai potensi serta peluang yang tersedia, baik untuk bekerja, merintis usaha secara mandiri, maupun mengembangkan usaha bersama. Menurutnya, keberlanjutan program membutuhkan komunikasi dan kerja sama antara pemerintah wilayah, BNNP Jawa Tengah, pemerintah kelurahan, serta berbagai unsur masyarakat.
“Kami memandang upaya pemberdayaan masyarakat juga memiliki arti penting dalam membangun lingkungan yang lebih sehat dan tangguh terhadap ancaman narkoba. Ketika masyarakat memiliki kegiatan produktif, kesempatan untuk berkembang, serta dukungan lingkungan yang positif, fondasi ketahanan sosial akan semakin kuat. Kami berharap sinergi dengan BNNP Jawa Tengah dan seluruh unsur masyarakat terus diperkuat untuk mendukung terwujudnya Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika Tahun 2045, dimulai dari warga yang berdaya, keluarga yang tangguh dan masyarakat yang peduli terhadap masa depan generasi penerus,” lanjutnya.













