“Kami berharap para peserta dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan percaya diri dalam membangun masa depan yang lebih baik. Target Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika Tahun 2045 tidak dapat diwujudkan oleh BNN sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, keluarga dan seluruh elemen masyarakat. Semakin kuat masyarakat membangun lingkungan yang sehat, produktif dan saling mendukung, semakin besar pula peluang kita untuk mengurangi kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.
Menurutnya, Zero Prevalensi Narkotika bukan sekadar target angka, melainkan cita-cita bersama untuk membangun masyarakat yang terlindungi dari ancaman narkoba, memiliki ketahanan keluarga yang kuat, serta mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, pulih, produktif dan mandiri. Pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendukung terciptanya kondisi tersebut.













