Sektor kredit yang menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan laba tumbuh hampir menyentuh angka dua digit, yakni 9,8% y-o-y. Total jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp85,8 triliun. Pertumbuhan ini diikuti pula oleh terjaganya kualitas penyaluran kredit perusahaan dengan rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) di angka 1,6% atau turun 14 basis poin y-o-y. Catatan NPL ini jauh lebih rendah ketimbang catatan kredit macet rata-rata bank nasional hingga April 2020, yakni 2,89%.
Catatan-catatan positif ini menjadi faktor yang membuat dimasukkannya emiten bank bjb ke dalam indeks IDXQ30. Indeks IDXQ30 oleh BEI diambil dari indeks IDX80 yang saham-sahamnya diseleksi dengan mempertimbangkan variabel-variabel kualitas fundamental seperti return on equity (ROE), debt to equity ratio (DER), dan earning variability (EV).










