Sektor kredit yang menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan laba tumbuh hampir menyentuh angka dua digit, yakni 9,8% y-o-y. Total jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp85,8 triliun.
Pertumbuhan ini diikuti pula oleh terjaganya kualitas penyaluran kredit perusahaan dengan rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) di angka 1,6% atau turun 14 basis poin y-o-y. Catatan NPL ini jauh lebih rendah ketimbang catatan kredit macet rata-rata bank nasional hingga Juni 2020, yakni 3,11%.
Catatan-catatan positif ini menjadi faktor yang membuat dimasukkannya emiten bank bjb ke dalam indeks IDXQ30. Indeks IDXQ30 disusun oleh BEI berdasarkan sejumlah indikator kualitatif dan kuantitatif yang terdapat dalam perusahaan. IDXQ30 adalah indeks 30 saham unggulan yang secara historis mampu mencatatkan laba tinggi dan stabil, solvabilitas baik, likuiditas transaksi, serta kinerja keuangan yang baik.
“bank bjb secara konsisten telah memperlihatkan kinerja yang baik meskipun dihadapkan pada situasi penuh tantangan. Catatan kinerja positif ini akan kami pertahankan beriringan dengan rencana ekspansi yang telah dipertimbangkan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta terus menjalankan Good Corporate Governance secara ketat dan terperinci agar perusahaan senantiasa mencatatkan pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan,” kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto.
Dengan bukti sahih konsistensi pertumbuhan positif di tengah pandemi COVID-19 dan terindeksnya BJBR dalam daftar IDXQ30, saham bank bjb sangat direkomendasikan untuk para investor.













