Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga langkah strategis agar masyarakat mampu mengambil peran aktif dalam rantai penyediaan pangan bergizi.
“Kami ingin memastikan setiap pihak yang terlibat memiliki kemampuan yang benar-benar siap diterapkan. Program ini tidak hanya tentang penyediaan makanan, tetapi juga menggerakkan potensi masyarakat agar turut menikmati manfaat ekonomi dan sosial secara nyata,” ucap Tengku Syahdana.
Kemudian, Asosiasi Pengusaha Menengah Kecil Indonesia, Ronggo Cahyono menekankan bahwa kualitas pasokan sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha dalam mengidentifikasi kebutuhan dan memastikan proses pengadaan berjalan efektif.
“Pengelolaan bahan harus dilakukan secara teliti agar kualitas tetap terjaga dan kegiatan produksi tidak terganggu,” jelasnya.











