Sir Tony Blair memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan e-government untuk meningkatkan layanan publik. Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi yang memerlukan keahlian dan adaptasi dari generasi muda.
“Untuk digitalisasi, diharapkan punya agility atau keleluasaan untuk bisa mengikuti. Kedua, terkait dengan anak-anak muda, tentunya mereka harus juga bisa menguasai perkembangan teknologi yang akan terus berubah, dan kemampuan agility serta adaptation itu menjadi sangat penting,” jelas Menko Airlangga.
Selain itu, Pemerintah diingatkan akan potensi besar dari data yang terintegrasi untuk mempercepat perkembangan di berbagai sektor, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pengembangan obat-obatan.
“Data yang sudah kita punya itu besar, termasuk dalam penanganan Covid-19, beliau mengingatkan bahwa ke depan itu revolusi di bidang sains terutama untuk life science itu penting. Kita juga punya basis jumlah penduduk yang besar, sehingga kalau data kita bisa terintegrasi dan bisa digunakan untuk AI, maka pengembangan obat-obatan dan program pengobatan itu bisa direvolusi, sehingga clinical trial bisa dipercepat,” papar Menko Airlangga.











