Di tengah tantangan berat, keakraban dan kekompakan warga kian terasa. Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop dan karung, mereka bahu-membahu mengangkat material longsor yang menutup jalan. Tak ada keluhan, hanya semangat untuk menyelesaikan pekerjaan demi masa depan Desa mereka.
“Semangat gotong-royong seperti ini adalah kekuatan utama kita. Selain mempercepat pembersihan, ini juga mencerminkan hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat,” tambah Serma Siswanto dengan penuh optimisme.
Pak Sutrisno (48), salah satu warga yang ikut bergotong-royong, mengaku sangat bersyukur atas bantuan TNI. “Kami merasa lebih kuat karena TNI selalu hadir saat kami menghadapi bencana seperti ini. Dengan bantuan mereka, pekerjaan jadi jauh lebih cepat selesai,” ungkapnya penuh haru.











