Dampak bencana ini tidak bisa dianggap remeh. Jalan yang terputus merupakan urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial warga setempat. Kini, tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, BPBD, perangkat desa, serta masyarakat tengah berupaya keras mencari solusi agar akses jalan dapat segera dipulihkan.
Kepala Desa Manggis, Bapak Sarmadan, turut mengajak seluruh warga untuk tetap siaga dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan. “Keselamatan adalah prioritas utama. Jangan anggap remeh gejala tanah gerak sekecil apa pun!,” pesannya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Trenggalek terus memantau kondisi cuaca dan menyiapkan peralatan tanggap darurat guna mengantisipasi dampak lebih luas. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang dan menghindari area rawan longsor. (Red).













