Bandung,Bedanews.com
Akhir tahun seharusnya menjadi ruang jeda untuk tafakur dan muhasabah. Namun akhir 2025 justru dipenuhi duka. Banjir bandang di Sumatera, longsor di berbagai wilayah Jawa Barat, erupsi Gunung Semeru, banjir rob di pesisir utara Jawa. Semua itu bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah alarm keras bagi nurani bangsa.
Demikian diungkapakan Akademsi UIN SGD Bandung, Prof.A.Rusdiana kepada Bedanews.com, (11/12/2025)
Menurutnya, Bencana bukan hanya urusan geologi dan cuaca, melainkan cermin relasi manusia dengan alam dan dengan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, dalam hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha: “Jika kemaksiatan telah tampak di tengah umatku, maka Allah akan menimpakan azab secara merata…”
Intinya, bencana bisa menimpa semua, bukan karena semua sama dosanya, tetapi karena dosa telah menjadi budaya sosial. Ini mengajarkan kepada kita: (1) Jangan merasa cukup hanya dengan kesalehan pribadi. (2) Diam melihat kemungkaran adalah bahaya. (3) Membiarkan kerusakan sama dengan ikut menanggung akibat.











