Sebagian besar, imbuh dia, kuman TB menyerang paru namun seringkali menyerang organ lainnya seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.
Penyakit TBC memang tidak mudah dikenali pada stadium awal.
Sebab gejalanya memang mirip gejala TBC sekilas mirip dengan COVID-19 lantaran sama-sama menyerang sistem atau organ pernapasan seperti orang terkena flu.
“Gejala yang terjadi biasanya berupa batuk berdahak (kadang-kadang ada bercak darah), penurunan berat badan, sesak nafas, berkeringat di malam hari, dan demam yang hilang timbul,” ujarnya.
Hendarsyah mengungkapkan penyakit TB sebenarnya sudah ada sejak jaman awal peradaban manusia. Sejumlah bukti yang menguatkan adanya penyakit TB di masa lalu adalah dengan ditemukannya kerangka tengkorak prasejarah (8000 SM) di Jerman, kerangka tengkorak di Mesir (2500 – 1000 SM) dan mummy anak Inca yang hidup di tahun 800 SM.













