Pun, kemudian konflik antara Rusia versus Ukraina, meluasnya konflik Israel versus Palestina, berbagai gejolak di Timur Tengah dan di berbagai belahan dunia lainnya; kian membuat dunia yang kini seakan tanpa batas, kian saling mempengaruhi saling berkelindan, membuat lansekap peradaban di tengah kecepatan arus informasi globalisasi harus memperhatikan dengan serius langkah-langkah yang akan diambil oleh berbagai negara bangsa agar kehidupan lebih dari enam miliar jiwa penduduk bumi dapat terus berlangsung dalam harmoni dan kondusifitas.
Indonesia bangsa yang besar, Sang Putra Fajar Bung Karno, Bung Hatta dan para pendiri bangsa lainnya telah berjibaku menaruh jiwa raga membangun fondasi berbangsa dan bernegara, juga meletakkan dasar-dasar demokrasi Pancasila, yang tujuan akhirnya adalah terwujudnya masyarakat yang maju, adil dan makmur, untuk semua. Kita semua yakin, seluruh presiden penerus Bung Karno, mulai dari Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Bu Mega, Pak SBY, Pak Jokowi hingga Pak Prabowo, tentu saja sangat mendalami suasana kebatinan di lubuk hati para pahlawan yang telah berkorban memerdekakan Indonesia, tak hanya agar merdeka secara fisik tapi juga secara lahir batin yakni merdeka dari ketertindasan, merdeka dari penghisapan, merdeka dari kebodohan.












