“Oleh karena itu, Baznas tidak mungkin jalan sendirian, maka kami berusaha semaksimal mungkin berkoordinasi dengan Kabag Kesra untuk selalu berkoordinasi dalam setiap kegiatan. Hal itu perlu penyesuaian karena pola di tiap daerah terkait fasilitasi, sosialisasi, dan edukasinya berbeda,” lanjutnya.
Baznas Kota Bandung juga sudah menyurvei dan melakukan kajian terhadap potensi zakat di luar ASN, dari Pengusaha, komunitas, mau pun BUMD.
Selain itu, Baznas pun akan mengintegrasikan data masyarakat miskin di Kota Bandung, dengan Data Kesejahteraan Sosial Terpadu (DTKS) yang ada di Pemkot Bandung agar dapat menyamakan dalam hal pendistribusian.
Menurut Akhmad, saat ini Baznas Kota Bandung baru terkait dengan Pemkot Bandung terkait penghimpunan zakat dari ASN.











