“Produk Buruan SAE itu akan dicek apakah mengandung zat berbahaya tidak, itu kan organik. Mungkin ini akan bisa dimasukkan ke Z-Mart. Jadi bisa membantu masyarakat dan pendayagunaan lebih tepat sasaran,” ucapnya.
Yana pun mengaku siap memfasilitasi pertemuan antara Baznas dengan potensi zakat di Kota Bandung agar dapat mengumpulkan potensi lebih banyak.
“Kami siap memfasilitasi. Kita bikin pertemuan, nanti dikemas bisa dengan diskusi atau coffee morning dengan para pengusaha atau PD Pasar bersama pedagangnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Bandung, Akhmad Roziqin mengaku, tidak dapat berjalan sendiri dalam menjalankan kegiatannya. Sehingga harus berkolaborasi dengan Pemkot Bandung, terutama dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat.
“Terkait posisi Baznas dengan Pemkot sesuai Undang-Undang bahwa Pemkot ini memiliki posisi sebagai pihak yang memberikan bantuan fasilitatif, sosialisasi dan edukasi,” katanya.











