Andriko menekankan bahwa, selain aspek konsumsi, keamanan pangan segar juga menjadi perhatian utama. Ia menyebutkan, NFA secara rutin melaksanakan sertifikasi dan registrasi pangan segar, serta investigasi dan penindakan terhadap pangan yang tidak memenuhi standar.
“Langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin kedua: mengakhiri kelaparan, meningkatkan ketahanan pangan, dan memperbaiki gizi melalui sistem pangan berkelanjutan. Yang pasti, kunci keberhasilan program pangan tidak bisa lepas dari kolaborasi antar lembaga,” katanya.
Pakar Pangan Indonesia, Agung Hendriadi yang juga hadir pada pertemuan tersebut, menekankan pentingnya sinergi antar Kementerian/Lembaga dalam memperkuat diversifikasi dan juga penganekaragaman pangan nasional.












