Dukungan Letkol Roy terhadap program MBG terlihat nyata, ketika ia menyambangi langsung SDN 2 Kedunglurah, salah satu sekolah penerima manfaat. Ia bahkan ikut mendistribusikan porsi makanan kepada siswa-siswi di sana.
“Terima kasih Bapak Dandim, makanannya enak dan saya senang,” ujar Puspita, siswi kelas 1 SDN 2 Kedunglurah dengan senyum bangga, usai menerima makanan bergizi dari tangan Dandim.
Ke depan, SPPG Yayasan Abinaya Alzam diharapkan menjadi model pelaksanaan program MBG yang berkelanjutan, tidak hanya untuk mengatasi gizi buruk, tetapi juga dalam mendukung sistem pendidikan dan kesehatan nasional.
Langkah konkret ini menjadi bukti nyata bahwa Trenggalek tak hanya berbicara, tetapi bertindak untuk masa depan bangsa. Dari satu porsi makan siang bergizi, dimulai dari sekolah dan Desa, Trenggalek menanam benih untuk lahirnya generasi sehat, cerdas dan siap membawa Indonesia menuju masa depan emas. (Red).








