Dalam perjalanannya, Sarinah berubah menjadi pusat ritel modern tanpa sentuhan produk khas nusantara.
Di tangan Erick Thohir, Sarinah direvitalisasi tanpa meninggalkan nuansa sejarahnya. Selain itu, dihadirkan pula aneka produk unggulan UMKM Indonesia yang telah melewati proses kurasi untuk memastikan kualitas terbaik.
Sebagai contoh, para desainer busana terbaik Indonesia diberi ruang untuk memajangkan hasil karyanya di sana. Begitu pula dengan produk khas nusantara lainnya.
Usaha itu terbukti berhasil. Sekitar 5 bulan setelah dibuka kembali, wajah bru Sarinah berhasil mendatangkan 6 juta pengunjung.
Saat hampir bersamaan, Erick Thohir juga meremajakan kantor Pos Indonesia. Gedung tua dari era kolonial disulap dengan nuansa kekinian dengan target menjadi pusat ekonomi kreatif baru sekaligus tempat nongkrong bagi anak muda. Dinamakan Pos Bloc, proyek ini telah berjalan di Jakarta dan Medan, disusul Bandung dan Surabaya.











