“Agenda-agenda tersebut akan mulai diujicobakan secara hybrid sekitar Juli hingga November. Tentunya tetap memperhatikan protokol kesehatan” tutur Kenny.
“Tentunya setiap acara akan kami laporkan terlebih dahulu sebelum memperoleh izin dari Wali Kota Bandung,” imbuhnya.
Seperti diketahui, pariwisata Kota Bandung pada pandemi Covid-19 ini mengalami penurunan. Pada tahun 2020 lalu, Kota Bandung sama sekali tidak menggelar acara.
Akan tetapi, kata Kenny, pada tahun 2021 ini pariwisata mulai bergeliat kembali. Wisatawan mulai berdatangan.
Oleh karenanya, Disbudpar Kota Bandung akan tetap mengawasi dan mengendalikan pengelolaan pariwisata. Sehingga Kota Bandung tidak terkena paparan Covid-19 klaster tempat wisata.
“Tujuan penyelenggaraan kembali acara-acara ini adalah agar membangkitkan kembali keindahan pariwisata Kota Bandung. Tentunya akan menaikan perekonomian daerah,” jelasnya.












