“Kita semua tahu yang bertahan di masa pandemic ini adalah industry pangan, bukan Industri yang lainnya, termasuk juga Impor beras itu kebijakan yang latah, yang selalu diterapkan seolah-olah ini adalah kebutuhan yang mendesak maka seyogyanya kebijakan itu perlu dievaluasi.” Tegas Bambang.
Lebih lanjut disebutkannya. Apa yang dipaparkan oleh Menteri Perdagangan Indonesia yang konon katanya, bahwa kebutuhan nasional memang membutuhkan untuk impor, dalam memenuhi kebutuhan beras nasional, padahal data yang sudah disajikan baik itu melalui perum Bulog, Direktur Umum Bulog sendiri, Menteri Pertanian pun menyatakan bahwasanya Indonesia sedang dihadapkan pada jadwal panen raya diseluruh daerah di Indonesia, maka seyogyanya, bahwa kebutuhan nasional terkait dengan beras ini pastilah tercukupi belum lagi cadangan-cadangan, stock lama yang masih tersimpan di gudang gudang Bulog.











