Selain Bakamla RI, operasi SAR ini juga melibatkan unsur dari Basarnas, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Polsek Pelabuhan.
Dari hasil evaluasi bersama Basarnas, kapal nelayan diketahui mengalami kebocoran parah akibat hantaman gelombang. Sementara itu, dua nelayan sempat bertahan di kapal untuk menunggu penarikan kapal ke daratan, namun akhirnya ikut dievakuasi ke lokasi aman.
Kepala Zona Bakamla Timur, Laksma Bakamla I Putu Darjatna, M.T.Opsla., menyampaikan apresiasi atas sinergi cepat antara Bakamla RI, Basarnas, KKP, dan Polsek Pelabuhan sehingga proses evakuasi dapat berlangsung dengan aman, cepat, dan tanpa korban jiwa.
“Keselamatan nelayan adalah prioritas kami. Evakuasi ini menunjukkan bahwa kehadiran Bakamla RI di laut bukan hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga melindungi masyarakat,” ujar Komandan KN Ular Laut-405 Letkol Bakamla Agung Jaya P. (Humas Bakamla RI)











