Akan tetapi tahun ini menjadi tantangan tersendiri karena banyak resiko yang harus diperhatikan yang bergeser dari pandemi ke gejolak ekonomi global yang sedang tidak stabil.
“Hal yang perlu diperhatikan seperti pelonjakan inflasi global akibat pandemi dan perang, pengetatan likuiditas dan kenaikan suku bunga, potensi kerawanan pangan dan potensi stagflasi yang merupakan pelemahan ekonomi global disertai inflasi tinggi menjadi kombinasi yang sangat berbahaya dan rumit secara kebijakan ekonomi.” ujar Suyadi.
Kemudian acara dilanjutkan dengan materi dari Ahmad Zainal Arifin yang membahas tentang penyusunan penja, penyusunan inisiatif baru, penyusunan TOR dan RAB dan penyusunan RKAKL.
Pada akhir kegiatan Laksma Bakamla Phundi menyampaikan harapan agar personel Bakamla RI agar terus meningkatkan kemampuan penganggaran sehingga dapat mendorong kinerja Bakamla RI.













